MAKALAH
ILMIAH
STRATEGI
PEMBELAJARAN
Disusun Oleh :
Nama : M U R T A J I, S.Pd
NIP : 19750611
201406 1 002
Instansi : SD
Negeri 3 Kacamarga
PEMERINTAH
KABUPATEN TANGGAMUS
DINAS
PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
KATA PENGANTAR
Dengan mengucapkan syukur atas
kehadirat Tuhan yang Maha Esa yang telah melimpahkan Rahmat, taufiq, dan
hidayah-Nya sehingga makalah ini dapat terselesaikan. Makalah Strategi
Pembelajaran ini disusun untuk memenuhi kelengkapan sebagai persyaratan
peneyesuaian golongan, oleh karana itu pada kesempatan ini disampaikan terimah
kasih sedalam-dalamnya kepada semua pihak yang telah
memberikan dorongan sehingga makalah ini terselesaikan.
Saya menyadari bahwa makalah ini
masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun
sangat kami harapkan untuk perbaikan dan penyampurnaan tugas selanjutnya. Akhir
kata semoga apa yang telah di kerjakan ini dapat bermanfaat bagi siapa saja
yang memerlukan.
Kacamarga; 02 November 2015
Penyusun
M U R T A J I, S.Pd
NIP. 19750611 201406 1 002
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ........................................................... 2
DAFTAR ISI ........................................................... 3
DAFTAR TABEL ........................................................... 4
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ........................................................... 5
B. Ruang Lingkup Penulisan ........................................................... 5
C. Tujuan Penulisan ........................................................... 5
D. Identifikasi Masalah ........................................................... 6
E. Rumusan Masalah ........................................................... 6
BAB II KAJIAN TEORI DAN KERANGKA
PIKIR
A. Deskripsi Teoritis Strategi
Pembelajaran........................................................... 7
B. Kerangka Pikir Strategi
Pembelajaran ........................................................ 8
C. Hipotesis Strategi Pembelajara ........................................................... 10
BAB III PEMBAHASAN
A. Penegertian Strategi Pembelajaran ........................................................... 14
B. Klasifikasi Strategi Pembelajaran ........................................................... 15
C. Komponen Strategi Pembelajaran ........................................................... 17
D. Penerapan Strategi Pembelajaran ........................................................... 20
E. Mengembangkan Strategi Pembelajaran ........................................................... 21
BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan ........................................................... 25
B. Saran ........................................................... 25
DAFTAR
TABEL
SINTAK MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG ................................. 26
KARAKTERISTIK PEMBELAJARAN TERPADU ................................. 27
KARAKTERISTIK MODEL PEMBELAJARAN ................................. 28
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Seorang guru adalah pemimpin di
dalam kelasnya. Pemimpin siswa-siswanya pada saat proses belajar mengajar
berlangsung. Seorang guru pun harus bisa menguasai dan mengendalikan kelas.
Guru harus tahu bagaimana cara membuat proses belajar mengajar tidak
menjenuhkan dan selalu menyenangkan untuk para siswa, sehingga dibutuhkan
strategi-strategi yang tepat dalam prosesnya.
Tapi saat sekarang realitanya kita
dapat melihat di dalam proses pembelajaran itu sendiri guru masih belum bisa
mengkondisikan pembelajarannya sesuai yang diharapkan oleh siswa maupun oleh
kurikulum yang dituntut. Tidak hanya itu, kadangkala guru belum bisa memahami
seperti apa pembelajaran kondusif yang diinginkan siswa, yang nantinya hal itu
akan berpengaruh kepada hasil proses pembelajaran siswa itu sendiri.
Pemilihan strategi pembelajaran
sangatlah penting. Artinya, bagaimana pengajar dapat memilih kegiatan
pembelajaran yang paling efektif dan efisien untuk menciptakan pengalaman
belajar yang baik, yaitu yang dapat memberikan fasilitas kepada peserta didik
mencapai tujuan pembelajaran (Gafur, 1989). Oleh karena itu, dibutuhkan
kreativitas dan ketrampilan pengajar dalam memilih dan menggunakan strategi
pembelajaran, yaitu yang disusun berdasarkan karakteristik peserta didik dan
situasi kondisi yang dihadapinya.
Strategi pembelajaran yang akan
dipilih dan digunakan oleh pengajar bertitik tolak dari tujuan awal
pembelajaran. Dengan demikian, penerapannya pun harus disesuaikan dengan tujuan
pembelajaran, sehingga diharapkan terdapat keselarasan antara tujuan dan
pelaksanaan.
B.
Ruang Lingkup Penulisan
Ruang lingkup penulisan makalah ini
adalah tentang Stretegi pembelajaran yang dilakukan seorang guru dalam proses
pembelajaran di kelas supaya pembelajaran lebih terarah dan bermakna.
Pembelajaran akan lebih bermakna dan runtut bila pembelajaran dilakukan sesuai
dengan tahapan-tahapan yang sesuai tentunya dengan menggunakan strategi dan
model pebelajaran yang sesuai dengan karakter siswa.
C.
Tujuan
Penulisan
1. Untuk mengetahui pengertian dari
strategi pembelajaran;
2. Untuk mengetahui klasifikasi dari
strategi pembelajaran;
3. Untuk mengetahui komponen-komponen
dalam strategi pembelajaran;
4. Untuk
mengetahui bagaimana penerapan strategi pembelajaran;
5. Untuk mengetahui bagaiman cara
mengembangkan strategi pembelajaran.
D.
Identifikasi Masalah
1. Tidak memahami strategi
pembelajaran;
2. Tidak mengetehui klasifikasi dalam
pembelajaran;
3. Komponen strategi pembelajaran tidak
jelas;
4. Pembelajaran tidak mengunakan
strategi;
5. Pemebelajaran tidak berkembang.
E.
Rumusan
Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan strategi
pembelajaran ?
2. Apa saja klasifikasi strategi
pembelajaran ?
3. Apa saja komponen strategi pembelajaran
?
4. Bagaimanakah penerapan strategi
pembelajaran ?
5. Bagaimana cara mengembangkan
strategi pembelajaran ?
BAB II
KAJIAN TEORI DAN KERANGKA PIKIR
A. Deskripsi Teoritis Strategi Pembelajaran
Secara umum strategi dapat diartikan sebagai suatu garisgaris besar haluan
untuk bertindak dalam usaha mencapai sasaran yang telah ditentukan. Dihubungkan
dengan belajar mengajar, strategi juga bisa diartikn sebagai pola-pola umum
kegiatan guru dan anak didik dalam perwujudan kegiatan belajar mengajar untuk
mencapai tujuan yang telah digariskan.
Adapun beberapa pengertian tentang strategi pembelajaran menurut para ahli
adalah sebagai berikut:
a.
Hamzah B. Uno (2008:45)
Strategi pembelajaran merupakan hal yang perlu diperhatikan guru dalam
proses pembelajaran.
b.
Dick dan Carey (2005:7)
Strategi pembelajaran adalah komponenkomponen dari suatu set materi
termasuk aktivitas sebelum pembelajaran, dan partisipasi peserta didik yang
merupakan prosedur pembelajaran yang digunakan kegiatan selanjutnya.
c.
Suparman (1997:157)
Strategi pembelajaran merupakan perpaduan dari urutan kegiatan, cara
mengorganisasikan materi pelajaran peserta didik, peralatan dan bahan, dan
waktu yang digunakan dalam proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran
yang telah ditentukan.
d.
Gerlach dan Ely (1990)
Strategi pembelajaran merupakan cara-cara yang dipilih untuk menyampaikan
metode pembelajaran dalam lingkungan pembelajaran tertentu.
e.
Kemp (1995)
Stategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus
dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif
dan efisien.
f.
Sanjaya (2007 : 126)
Dalam dunia pendidikan, strategi diartikan sebagai perencanaan yang berisi
tentang rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan pendidikan
tertentu.
Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa strategi pembelajaran
merupakan suatu serangkaian rencana kegiatan yang termasuk didalamnya
penggunaan metode dan pemanfaatan berbagai sumber daya atau kekuatan dalam
suatu pembelajaran. Strategi pembelajaran disusun untuk mencapai suatu tujuan
tertentu. Strategi pembelajaran didalamnya mencakup pendekatan, model, metode
dan teknik pembelajaran secara spesifik.
B. Kerangka Pikir Strategi Pembelajaran
Strategi Pembelajaran Menurut Sanjaya (2007 : 177 – 286) ada beberapa
strategi pembelajaran yang harus dilakukan oleh seorang guru antara lain:
a.
Strategi Pembelajaran
Ekspositori
Strategi pembelajaran
ekspositori adalah strategi pembelajaran yang menekankan kepada proses penyampaian
materi secara verbal dari seorang guru kepada sekelompok siswa dengan maksud
agar siswa dapat menguasai materi pelajaran secara optimal. Strategi
pembelajaran ekspositori merupakan bentuk dari pendekatan pembelajran yang
berorientasi kepada guru, dikatakan demikian sebab dalam strategi ini guru
memegang peranan yang sangat penting atau dominan.
b.
Strategi Pembelajaran
Inquiry
Pembelajaran inquiry
adalah rangkaian kegiatan pembelajaran yang menekankan pada proses berpikir secara
kritis dan analisis untuk mencari dan menemukan sendiri jawaban dari suatu
masalah yang dipertanyakan. Proses berpikir itu sendiri biasanya dilakukan
melalui tanya jawab antara guru dan siswa.
Strategi pembelajaran ini
sering juga dinamakan strategi heuristik, yang berasal dari bahasa Yunani yaitu
heuriskein yang berarti “saya menemukan”.
Strategi pembelajaran
inquiry merupakan bentuk dari pendekatan pembelajaran yang berorientasi kepada
siswa (student centered approach). Dikatakan demikian karena dalam strategi ini
siswa memegang peran yang sangat dominan dalam proses pembelajaran.
c.
Strategi Pembelajaran
Berbasis Masalah
Pembelajaran berbasis
masalah dapat diartikan sebagai rangkaian aktivitas pembelajaran yang menekankan
kepada proses penyelesaian masalah yang dihadapi secara ilmiah. Di dalam
strategi pembelajaran berbasis masalah ini terdapat 3 ciri utama :
ü
Pertama, strategi pembelajaran berbasis masalah merupakan
rangkaian aktivitas pembelajaran artinya dalam pembelajaran ini tidak
mengharapkan siswa hanya sekedar mendengarkan, mencatat kemudian menghafal
materi pelajaran, akan tetapi melalui strategi pembelajaran berbasis masalah siswa
aktif berpikir, berkomunikasi, mencari dan mengolah data dan akhirnya
menyimpulkannya.
ü
Kedua, aktivitas pembelajaran diarahkan untuk menyelesaikan
masalah. Strategi pembelajaran berbasis masalah menempatkan masalah sebagai
kata kunci dari proses pembelajaran. Artinya, tanpa masalah tidak mungkin ada
proses pembelajaran.
ü
Ketiga, pemecahan masalah dilakukan dengan menggunakan
pendekatan berpikir secara ilmiah. Berpikir dengan menggunakan metode ilmiah
adalah proses berpikir deduktif dan induktif. Proses berpikir ini dilakukan
secara sistematis dan empiris, sistematis artinya berpikir ilmiah dilakukan
melalui tahapantahapan tertentu, sedangkan empiris artinya proses penyelesaian
masalah didasarkan pada data dan fakta yang jelas.
d.
Strategi Pembelajaran
Peningkatan Kemampuan Berpikir
Strategi pembelajaran
peningkatan kemampuan berpikir merupakan strategi pembelajaran yang menekankan
kepada kemampuan berpikir siswa. Dalam pembelajaran ini materi pelajaran tidak disajikan
begitu saja kepada siswa, akan tetapi siswa dibimbing untuk proses menemukan
sendiri konsep yang harus dikuasai melalui proses dialogis yang terus menerus
dengan memanfaatkan pengalaman siswa.
Model strategi
pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir adalah model pembelajaran yang bertumpu
kepada pengembangan kemampuan berpikir siswa melalui telaahan faktafakta ataun pengalaman
anak sebagai bahan untuk memecahkan masalah yang diajarkan.
Dari pengertian di atas
terdapat beberapa hal yang terkandung di dalam strategi pembelajaran
peningkatan kemampuan berpikir.
e.
Strategi Pembelajaran
Kooperatif/ Kelompok
Model pembelajaran
kelompok adalah rangkaian kegiatan belajar yang dilakukan oleh siswa dalam kelompokkelompok
tertentu untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan. Ada empat unsur
penting dalam strategi pembelajaran kooperatif yaitu: (a) adanya peserta dalam
kelompok, (b) adanya aturan kelompok, (c) adanya upaya belajar setiap kelompok,
dan (d) adanya tujuan yang harus dicapai dalam kelompok belajar..
Strategi pembelajaran
kooperatif merupakan model pembelajaran dengan menggunakan sistem pengelompokan/tim
kecil, yaitu antara empat sampai enam orang yang mempunyai latar belakang kemampuan
akademik, jenis kelamin, ras, atau suku yang berbeda (heterogen), sistem
penilaian dilakukan terhadap kelompok. Setiap kelompok akan memperoleh
penghargaan (reward), jika kelompok tersebut menunjukkan prestasi yang
dipersyaratkan.
f.
Strategi Pembelajaran
Kontekstual /Contextual Teaching Learning
Contoxtual Teaching
Learning (CTL) adalah konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi
yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa yang mendorong siswa membuat
hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam
kehidupan seharihari.
Pengetahuan dan
keterampilan siswa dapat diperoleh dari usaha siswa mengkontruksikan sendiri
pengetahuan dan keterampilan baru ketika ia belajar.
Pembelajaran CTL
melibatkan tujuh komponen utama pembelajaran produktif yakni, konstruktivisme, bertanya
(questioning), menemukan (inquiry), masyarakat belajar (learning community),
pemodelan (modeling), dan penilaian sebenarnya (autentic assement).
Landasan filosofi
Contoxtual Teaching Learning adalah kontruktivisme, yaitu filosofi belajar yang
menekankan bahwa belajar tidak hanya sekedar menghafal, siswa harus
mengkontruksikan pengetahuan dibenak mereka sendiri. Bahwa pengetahuan tidak
dapat dipisahkan menjadi faktafakta atau proposisi yang terpisah, tetapi
mencerminkan keterampilan yang dapat diterapkan .
Konstruktivisme berakar
pada filsafat pragmatisme yang digagas oleh Jhon Dewey pada awal abad 20an yang
menekankan pada pengembangan siswa.’
Menurut Zahorik, ada lima
elemen yang harus diperhatikan dalam praktek pembelajaran kontekstual.
ü
Pengaktifan pengetahuan yang sudah ada (activating learning)
ü
Pemerolehan pemngetahuan yang sudah ada (acquiring
knowledge) dengan cara mempelajari secara keseluruhan dulu, kemudian
memperhatikan detailnya.
ü
Pemahaman pengetahuan (understanding knowledge), yaitu
dengan cara menyusun (1) hipotesis, (2) melakukan sharing kepada orang lain
agar mendapat tanggapan (validasi) dan atas dasar tanggapan itu, (3) konsep
tersebut direvisi dan dikembangkan
ü
Mempraktekkan pengetahuan dan pengalaman tersebut (applaying
knowledge)
ü
Melakukan refleksi (reflecting knowledge) terhadap strategi
pengetahuan tersebut
Inquiry (menemukan) merupakan bagian inti dari kegiatan
pembelajaran berbasis Contoxtual Teaching
Learning CTL. Inquiry adalah merupakan suatu teknik yang
digunakan guru untuk dapat merangsang siswa untuk lebih aktif mencari serta
meneliti sendiri pemecahan masalah tentang pengetahuan yang sedang dipelajari.
Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh siswa diharapkan bukan hasil mengingat
seperangkat faktafakta, akan tetapi hasil dari menemukan sendiri. Guru harus
selalu merancang kegiatan yang merujuk pada kegiatan menemukan.
C. Hipotesis Strategi Pembelajaran
Berdasarkan rumusan komponen penerapan strategi pembelajaran yang
dikemukakan ahli secara garis besar dapat dikelompokkan menjadi :
a.
Komponen pertama yaitu
urutan kegiatan pembelajaran
Mengurutkan kegiatan
pembelajaran dapat memudahkan guru dalam pelaksanaan kegiatan mengajarnya, guru
dapat mengetahui bagaimana ia harus memulainya, menyajikannya dan menutup pelajaran.
1.
Sub komponen pendahuluan, merupakan kegiatan awal dalam
pembelajaran. Kegiatan ini mempunyai tujuan untuk memberikan motivasi kepada
siswa, memusatkan perhatian siswa agar siswa bisa mempersiapkan dirinya untuk
menerima pelajaran dan juga mengetahui kemampuan siswa atau apa yang telah
dikuasai siwa sebelumnya dan berkaitan dengan materi pelajaran yang akan disampaikan.
Hal-hal yang dilakukan pada tahap ini adalah memberikan gambaran singkat
tentang isi pelajaran, penjelasan relevansi isis pelajaran baru, dan penjelasan
tentang tujuan pembelajaran.
2.
Sub komponen penyajian, kegiatan ini merupakan inti dari
kegiatan belajar mengajar. Dalam kegiatan ini peserta didik akan ditanamkan
pengetahuan baru dan pengetahuan yang telah dimiliki dikembangkan pada tahap
ini. Tahaptahapnya adalah menguraikan materi pelajaran, memberikan contoh dan
memberikan latihan yang disesuaikan dengan materi pelajaran.
3.
Sub komponen penutup, merupakan kegiatan akhir dalam urutan
kegiatan pembelajaran. Dilaksanakan untuk memberikan penegasan atau kesimpulan
dan penilaian terhadap penguasaan materi pelajaran yang telah diberikan.
b.
Komponen kedua yaitu
metode pembelajaran
Metode pembelajaran
adalah cara yang digunakan oleh pengajar dalam menyampaikan pesan pembelajaran
kepada peserta didik dalam mencapai tujuan pembelajaran. Pengajar atau guru
harus dapat memilih metode yang tepat yang disesuaikan dengan materi pelajaran
agar tujuan pembelajaran dapat tercapai. Metode pembelajaran mungkin dapat
dikatakan tepat untuk suatu pelajaran tetapi belum tentu tepat untuk pelajaran
yang lainnya, untuk itu guru haruslah pandai dalam memilih dan menggunakan
metodemetode pembelajaran mana yang akan digunakan dan disesuaikan dengan materi
yang akan diberikan dan karakteristik siswa.
Macammacam metode
pembelajaran adalah :
1.
Metode ceramah
Metode ceramah merupakan
metode tradisional, karena sejak lama metode ini digunakan oleh para pengajar.
Walaupun memiliki banyak kekurangan metode ini masih tetap digunakan sampai
sekarang untuk membangun komunikasi antara pengajar dan pebelajar.
2.
Metode pembelajaran terprogram
Metode pembelajaran
terprogram merupakan metode konvensional yang kini sering digunakan. Metode ini
disusun sesuai dengan kepentingan pembelajaran yang diinginkan, dan dijalankan
sesuai dengan program belajar yang telah dirancang.
3.
Metode demonstrasi
Metode demontrasi
mengedepankan peragaan atau mempertunjukan kepada siswa suatu proses, situasi,
atau benda tertentu yang sedang dipelajari,baik sebenarnya atau tiruan, yang
sering disertai dengan penjelasan lisan.
4.
Metode discovery
Metode discovery
merupakan metode yang bertolak dari suatu masalah, kemudian dibahas dari berbagai
segi yang berhubungan sehingga pemecahannya secara komprehensif dan bermakna.
5.
Metode simulasi
Metode simulasi
dimaksudkan untuk menanamkan sesuatu yang baik atau menanamkan kebiasaan-kebiasaan
tertentu.
6.
Metode dolooklearn/karya wisata
Metode ini mengajak siswa
ke luar kelas dan meninjau atau mengunjungi objrkobjek lainnya sesuai dengan
kepentingan pembelajaran.
7.
Metode diskusi
Metode diskusi yaitu
siswa dihadapkan pada suatu masalah berupa pertanyaan atau pernyataan yang bersifat
problematis untuk dibahas dan dipecahkan bersama.
8.
Metode praktikum
Metode praktikum
mengedepankan aktivitas percobaan, sehingga siswa mengalami dan membuktikan sendiri
sesuatu yang dipelajari.
9.
Metode studi mandiri
Metode ini sering disebut
dengan metode tugas, jadi guru memberikan tugas tertentu agar siswa melakukan
kegiatan belajar.
10. Metode bermain peran Metode
ini mengajarrkan siswa untuk melakukan tingkah laku dalam hubungannya dengan
masalah social.
11. Metode studi kasus
Metode ini mengedepankan
metode berpikir untuk menyelesaikan masalah dan didukung dengan data-data yang
ditemukan.
c.
Komponen ketiga yaitu
media yang digunakan
Media adalah segala
bentuk dan saluran yang digunakan untuk menyampaikan pesan atau informasi. Media
dapat berbentuk orang/guru, alat-alat elektronik, media cetak,dsb.
Hal-hal yang harus dipertimbangkan
dalam memilih media adalah :
1.
Ketepatan dengan tujuan pembelajaran
2.
Dukungan terhadap isi pelajaran
3.
Kemudahan memperoleh media
4.
Keterampilan guru dalam menggunakannya
5.
Ketersediaan waktu menggunakannya
6.
Sesuai dengan taraf berpikir siswa.
d.
Komponen keempat adalah
waktu tatap muka
Pengajar harus tahu
alokasi waktu yang diperlukan dalam menyelesaikan pembelajaran dan waktu yang digunakan
pengajar dalam menyampaikan informasi pembelajaran. Sehingga proses
pembelajaran berjalan sesuai dengan target yang ingin dicapai.
e.
Komponen kelima adalah
pengelolaan kelas
Kelas adalah ruangan
belajar (lingkungan fisik) dan lingkungan sosioemosional. Lingkungan fisik meliputi:
ruangan kelas, keindahan kelas, pengaturan tempat duduk, pengaturan sarana atau
alatalat lain, dan ventilasi dan pengaturan cahaya. Sedangkan lingkungan
sosioemosional meliputi tipe kepemimpinan guru, sikap guru, suara guru,
pembinaan hubungan baik, dsb. Pengelolaan kelas menyiapkan kondisi yang optimal
agar proses belajar mengajar dapat berlangsung secara lancar.
BAB III
PEMBAHASAN
A. Pengertian Strategi Pembelajaran
Pada mulanya istilah strategi
digunakan dalam dunia militer dan diartikan sebagai cara penggunaan seluruh
kekuatan militer untuk memenangkan suatu peperangan. Seorang yang berperang
dalam mengatur strategi, untuk memenangkan peperangan sebelum melakukan suatu
tindakan, ia akan menimbang bagaimana kekuatan pasukan yang dimilikinya baik
dilihat dari kuantitas maupun kualitasnya. Setelah semuanya diketahui, baru kemudian
ia akan menyusun tindakan yang harus dilakukan, baik tentang siasat peperangan
yang harus dilakukan, taktik dan teknik peperangan, maupun waktu yang tepat
untuk melakukan suatu serangan. Dengan demikian dalam menyusun strategi perlu
memperhitungkan berbagai faktor, baik dari dalam maupun dari luar.
Dari ilustrasi tersebut dapat
disimpulkan, bahwa strategi digunakan untuk memperoleh kesuksesan atau
keberhasilan dalam mencapai tujuan. Dalam dunia pendidikan, strategi diartikan
sebagai a plan, method, or series of activities designed to achieves a
particular education goal. Jadi, strategi pembelajaran dapat diartikan
sebagai perencanaan yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang didesain untuk
mencapai tujuan pendidikan tertentu. Di bawah ini akan diuraikan beberapa
definisi tentang strategi pembelajaran.
Merujuk dari beberapa pendapat
diatas strategi pembelajaran dapat dimaknai secara sempit dan luas. Secara
sempit strategi mempunyai kesamaan dengan metoda yang berarti cara untuk
mencapai tujuan belajar yang telah ditetapkan. Secara luas strategi dapat
diartikan sebagai suatu cara penetapan keseluruhan aspek yang berkaitan dengan
pencapaian tujuan pembelajaran, termasuk perencanaan, pelaksanaan dan
penilaian. Setelah mencermati konsep strategi pembelajaran, kita perlu mengkaji
pula tentang istilah lain yang erat kaitannya dengan strategi pembelajaran dan
memiliki keterkaitan makna yaitu pendekatan, metoda, dan teknik.
ü Pendekatan pembelajaran adalah suatu
cara pandang dalam melihat dan memahami situasi pembelajaran. Terdapat dua
pendekatan dalam pembelajaran yaitu pendekatan yang berpusat pada guru (teacher
centred approach) dan pendekatan yang berpusat pada siswa (student
centred approach).
ü Metode pembelajaran adalah cara yang
digunakan guru dalam menyampaikan bahan agar tujuan atau kompetensi dasar
tercapai.
ü Teknik pembelajaran dapat diatikan
sebagai cara yang dilakukan seseorang dalam mengimplementasikan suatu metode
secara spesifik.
Dari paparan di atas, dapat disimpulkan bahwa strategi
pembelajaran yang diterapkan oleh guru akan tergantung pada pendekatan yang
digunakan; sedangkan bagaimana menjalankan strategi itu dapat diterapkan
berbagai metode pembelajaran. Dalam upaya menjalankan metode pembelajaran, guru
dapat menentukan teknik yang dianggap relevan dengan metode, dan penggunaan
teknik itu setiap guru memiliki taktik yang mungkin berbeda antara guru yang
satu dengan yang lain.
Jadi dapat disimpulkan strategi pembelajaran merupakaan
strategi pengorganisasian pembelajaran dengan cara meningkatakan daya tarik
pembelajaran melalaui bahan ajar yang disajikan, media pengajaran yang
digunakan, mengelola jadwal dan pengalokasian pengajaran yang diorganisasikan.
Strategi itu dapat diciptakan melalui :
ü Menciptakan lingkungan kelas yang
dapat mempengaruhi kemampuan siswa untuk berfokus dan menyerap
informasi.
ü Meningkatkan pemahamaan melalui
gamabar poster ikon yang dapat menampilkan isi pelajaran secara visual.
ü Menggunakan poster afirmasi lucu dan
mengandung humor yang dapat menguatkan dialog internal siswa.
ü Menggunakan alat bantu belajar dalam
berbagai bentuk seperti kartun dan karikatur yang dapat
menghidupakan gagasan abstarak dan mengikutsertakan pelajar kinestetik.
ü Merancang waktu jeda strategis dan
mengisinya dengan kegiatan yang menyenagkan seperti membuat kuis,pertanyaan
lucu,humor,penejelasan tentang transisi menggunakan berbagai sumber yang dapat
mendorong siswa menjadi tertarik dan berminaat pada setiap pelajaran.
B. Klasifikasi Strategi Pembelajaran
Menurut Sanjaya (2007 : 177 – 286)
ada beberapa strategi pembelajaran yang harus dilakukan oleh seorang guru:
a.
Strategi
Pembelajaran Ekspositori
Strategi pembelajaran ekspositori
adalah strategi pembelajaran yang menekankan kepada proses penyampaian materi
secara verbal dari seorang guru kepada sekelompok siswa dengan maksud agar
siswa dapat menguasai materi pelajaran secara optimal. Strategi pembelajaran
ekspositori merupakan bentuk dari pendekatan pembelajaran yang
berorientasi kepada guru, dikatakan demikian sebab dalam strategi ini guru
memegang peranan yang sangat penting atau dominan.
b.
Strategi
Pembelajaran Inquiry
Pembelajaran inquiry adalah
rangkaian kegiatan pembelajaran yang menekankan pada proses berpikir secara
kritis dan analisis untuk mencari dan menemukan sendiri jawaban dari suatu
masalah yang dipertanyakan. Proses berpikir itu sendiri biasanya dilakukan
melalui tanya jawab antara guru dan siswa. Strategi pembelajaran ini sering
juga dinamakan strategi heuristik, yang berasal dari bahasa Yunani yaitu
heuriskein yang berarti “saya menemukan”.
Strategi pembelajaran
inquiry merupakan bentuk dari pendekatan pembelajaran yang
berorientasi kepada siswa (student centered approach). Dikatakan demikian
karena dalam strategi ini siswa memegang peran yang sangat dominan dalam proses
pembelajaran.
c.
Strategi
Pembelajaran Berbasis Masalah
Pembelajaran berbasis masalah dapat
diartikan sebagai rangkaian aktivitas pembelajaran yang menekankan kepada
proses penyelesaian masalah yang dihadapi secara ilmiah. Di dalam strategi
pembelajaran berbasis masalah ini terdapat 3 ciri utama :
ü Pertama, strategi pembelajaran
berbasis masalah merupakan rangkaian aktivitas pembelajaran artinya dalam
pembelajaran ini tidak mengharapkan siswa hanya sekedar mendengarkan, mencatat
kemudian menghafal materi pelajaran, akan tetapi melalui strategi pembelajaran
berbasis masalah siswa aktif berpikir, berkomunikasi, mencari dan mengolah data
dan akhirnya menyimpulkannya.
ü Kedua, aktivitas pembelajaran
diarahkan untuk menyelesaikan masalah. Strategi pembelajaran berbasis masalah
menempatkan masalah sebagai kata kunci dari proses pembelajaran. Artinya, tanpa
masalah tidak mungkin ada proses pembelajaran.
ü Ketiga, pemecahan masalah dilakukan
dengan menggunakan pendekatan berpikir secara ilmiah. Berpikir dengan
menggunakan metode ilmiah adalah proses berpikir deduktif dan induktif. Proses
berpikir ini dilakukan secara sistematis dan empiris, sistematis artinya
berpikir ilmiah dilakukan melalui tahapan-tahapan tertentu, sedangkan empiris
artinya proses penyelesaian masalah didasarkan pada data dan fakta yang jelas.
d.
Strategi
Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berpikir
Strategi pembelajaran peningkatan
kemampuan berpikir merupakan strategi pembelajaran yang menekankan kepada kemampuan
berpikir siswa. Dalam pembelajaran ini materi pelajaran tidak disajikan begitu
saja kepada siswa, akan tetapi siswa dibimbing untuk proses menemukan sendiri
konsep yang harus dikuasai melalui proses dialogis yang terus menerus dengan
memanfaatkan pengalaman siswa.
e.
Strategi
Pembelajaran Kooperatif
Model pembelajaran kelompok adalah
rangkaian kegiatan belajar yang dilakukan oleh siswa dalam kelompok-kelompok
tertentu untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan. Strategi
pembelajaran kooperatif merupakan model pembelajarandengan menggunakan
sistem pengelompokan/tim kecil, yaitu antara empat sampai enam orang yang
mempunyai latar belakang kemampuan akademik, jenis kelamin, ras, atau suku yang
berbeda (heterogen), sistem penilaian dilakukan terhadap kelompok. Setiap
kelompok akan memperoleh penghargaan (reward), jika kelompok tersebut
menunjukkan prestasi yang dipersyaratkan.
f.
Strategi
Pembelajaran Kontekstual /Contextual Teaching Learning
Contextual Teaching Learning (CTL)
adalah konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang
diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa yang mendorong siswa membuat
hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam
kehidupan sehari-hari. Pengetahuan dan keterampilan siswa dapat diperoleh
dari usaha siswa mengkontruksikan sendiri pengetahuan dan keterampilan baru
ketika ia belajar.
C. Komponen Strategi Pembelajaran
Pembelajaran merupakan suatu sistem
instruksional yang mengacu pada seperangkat komponen yang saling bergantung
satu sama lain untuk mencapai tujuan. Selaku suatu sistem, pembelajaran
meliputi suatu komponen, antara lain guru, peserta didik, bahan pelajaran,
tujuan, kegiatan pembelajaran, metode, alat, sumber pelajaran, evaluasi dan
lingkungan atau situasi. Agar tujuan itu tercapai, semua komponen yang ada
harus diorganisasikan sehingga antarsesama komponen terjadi kerja sama. Oleh
karena itu, guru tidak boleh hanya memperhatikan komponen-komponen tertentu
saja misalnya metode, bahan, dan evaluasi saja, tetapi ia harus
mempertimbangkan komponen secara keseluruhan.
a.
Guru
Guru adalah pelaku pembelajaran,
sehingga dalam hal ini guru merupakan faktor yang terpenting. Di tangan gurulah
sebenarnya letak keberhasilan pembelajaran. Komponen guru tidak dapat
dimanipulasi atau direkayasa oleh komponen lain, dan sebaliknya guru mampu
memanipulasi atau merekayasa komponen lain menjadi bervariasi. Sedangkan
komponen lain tidak dapat mengubah guru menjadi bervariasi. Tujuan rekayasa
pembelajaran oleh guru adalah membentuk lingkungan peserta didik supaya sesuai
dengan lingkungan yang diharapkan dari proses belajar peserta didik, yang pada
akhirnya peserta didik memperoleh suatu hasil belajar sesuai dengan yang
diharapkan. Untuk itu, dalam merekayasa pembelajaran, guru harus berdasarkan
kurikulum yang berlaku.
b.
Peserta
didik
Peserta didik merupakan komponen
yang melakukan kegiatan belajar untuk mengembangkan potensi kemampuan menjadi
nyata untuk mencapai tujuan belajar. Komponen peserta ini dapat dimodifikasi
oleh guru.
c.
Tujuan
Tujuan merupakan dasar yang
dijadikan landasan untuk menentukan strategi, materi, media dan evaluasi
pembelajaran. Untuk itu, dalam strategi pembelajaran, penentuan tujuan
merupakan komponen yang pertama kali harus dipilih oleh seorang guru, karena
tujuan pembelajran merupakan target yang ingin dicapai dalam kegiatan
pembelajaran.
d.
Bahan
Pelajaran
Bahan pelajaran merupakan medium
untuk mencapai tujuan pembelajaran yang berupa materi yang tersusun secara
sistematis dan dinamis sesuai dengan arah tujuan dan perkembangan kemajuan ilmu
pengetahuan dan tuntutan masyarakat. Menurut Suharsimi (1990) bahan ajar
merupakan komponen inti yang terdapat dalam kegiatan pembelajaran.
e.
Kegiatan pembelajaran
Agar tujuan pembelajaran dapat
dicapai secara optimal, maka dalam menentukan strategi pembelajaran perlu
dirumuskan komponen kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan standar proses
pembelajaran.
f.
Metode
Metode adalah satu cara yang
dipergunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.
Penentuan metode yang akan digunakan oleh guru dalam proses pembelajaran akan
sangat menentukan berhasil atau tidaknya pembelajaran yang berlangsung.
g.
Alat
Alat yang dipergunakan dalam
pembelajran merupakan segala sesuatu yang dapat digunakan dalam rangka mencapai
tujuan pembelajaran. Dalam proses pembelajaran alat memiliki fungsi sebagai
pelengkap untuk mencapai tujuan. Alat dapat dibedakan menjadi dua, yaitu alat
verbal dan alat bantu nonverbal. Alat verbal dapat berupa suruhan, perintah,
larangan dan lain-lain, sedangkan yang nonverbal dapat berupa globe, peta, papan
tulisslide dan lain-lain.
h.
Sumber
Pembelajaran
Sumber pembelajaran adalah segala
sesuatu yang dapat dipergunakan sebagai tempat atau rujukan di mana bahan
pembelajaran bisa diperoleh. Sehingga sumber belajar dapat berasal dari
masyarakat, lingkungan, dan kebudayaannya, misalnya, manusia, buku, media masa,
lingkungan, museum, dan lain-lain.
i.
Evaluasi
Komponen evaluasi merupakan komponen
yang berfungsi untuk mengetahui apakah tujuan yang telah ditetapkan telah
tercapai atau belum, juga bisa berfungsi sebagai sebagai umpan balik untuk
perbaikan strategi yang telah ditetapkan. Kedua fungsi evaluasi tersebut
merupakan evaluasi sebagai fungsi sumatif dan formatif.
j.
Situasi
atau Lingkungan
Lingkungan sangat mempengaruhi guru
dalam menentukan strategi pembelajaran. Lingkungan yang dimaksud adalah situasi
dan keadaan fisik (misalnya iklim, madrasah, letak madrasah, dan lain
sebagainya), dan hubungan antar insani, misalnya dengan teman, dan peserta
didik dengan orang lain. Contoh keadaan ini misalnya menurut isi materinya
seharusnya pembelajaran menggunakan media masyarakat untuk pembelajaran, karena
kondisi masyarakat sedang rawan, maka diubah dengan menggunakan metode lain,
misalnya membuat kliping.
Komponen-komponen strategi
pembelajaran tersebut akan mempengaruhi jalannya pembelajaran, untuk itu semua
komponen strategi pembelajaran merupakan faktor yang berpengaruh terhadap
strategi pembelajaran. Untuk lebih mempermudah menganalisis faktor yang
berpengaruh terhadap strategi pembelajaran, komponen strategi pembelajaran
dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu: peserta didik sebagai raw
input, entering behavior peserta didik, dan instrumental
input atau sasaran.
1. Peserta Didik Sebagai Raw Input
Strategi pembelajaran digunakan
dalam rangka membelajarkan peserta didik. Untuk itu dalam pembelajaran seorang
guru harus memperhatikan siapa yang dihadapi. Peserta didik pada tingkat
sekolah yang sama cenderung memiliki umur yang sama, sehingga perkembangan
intelektual pada umumnya adalah sama. Dipandang dari kesamaan ini, maka seorang
guru dapat menggunakan metode atau teknik yang sama dalam membelajarkan peserta
didik. Namun demikian di samping persamaan tersebut, peserta masih mempunyai
perbedaan-perbedaan walaupun pada umur yang relatif sama.
Pertimbangan yang perlu diperhatikan
dalam menghadapi heterogenitas peserta dalam kelas yang sama adalah seorang
guru disarankan untuk menggunakan multimetode dan multimedia. Hal ini
disebabkan masing-masing metode dan media mempunyai kelebihan dan kekurangan,
dan dimungkinkan masing-masing peserta didik akan mempunyai kecenderungan
tertarik pada metode dan media tertentu.
2.
Entering
Behavior Peserta Didik
Seorang pendidik untuk dapat menentukan strategi
pembelajaran yang sesuai terlebih dahulu harus mengetahui perubahan
perilaku, baik secara material-subtansial, struktural-fungsional, maupun
secara behavior peserta didik. Misalnya, apakah tingkat prestasi yang
dicapai peserta didik itu merupakan hasil kegiatan belajar mengajar yang
bersangkutan?. Untuk kepastiannya seharusnya guru mengetahui tentang
karakteristik perilaku peserta didik saat mereka mau masuk sekolah dan saat
kegiatan belajar mengajar dilangsungkan, tingkat dan jenis karakteristik
perilaku peserta didik yang dimilikinya ketika mau mengikuti kegiatan belajar
mengajar. Itulah yang dimaksudkan dengan entering behavior peserta
didik. Entering bahavior akan dapat diidentifikasi
dengan cara sebagai berikut:
ü
Secara
tradisional, telah
lazim para guru mulai dengan pertanyaan mengenai bahan yang pernah diberikan
sebelum menyajikan bahan baru.
ü
Secara
inovatif, guru
tertentu di berbagai lembaga pendidikan yang memiliki atau mampu mengembangkan
instrumen pengukuran prestasi belajar dengan memenuhi syarat, mengadakan pretessebelum
mereka mulai mengikuti program belajar mengajar.
3. Instrumental Input atau Sasaran
Instrumental input menunjukkan
kualifikasi serta kelengkapan sarana dan prasarana yang diperlukan untuk
berlangsungnya proses pembelajaran. Yang termasuk dalam instrumental input
antara lain guru, kurikulum, bahan/sumber, metode, dan media. Keberadaan
instrumental input ini sangat mempengaruhi dalam menentukan strategi
pembelajaran. Misalnya secara teoritis, dipandang dari tujuannya maka suatu
materi harus disajikan dengan menggunakan metode laboratorium, namun karena
tidak adanya media di sekolah tersebut, maka diganti dengan metode demonstrasi
atau yang lainnya. Persepsi guru atau persepsi anak didik mengenai sasaran
akhir kegiatan pelajaran akan mempengaruhi persepsi mereka terhadap sasaran-antara serta sasaran-kegiatan.Sasaran
itu harus diterjemahkan ke dalam ciri-ciri perilaku kepribadian yang didambakan
tersebut harus memiliki kualifikasi :
1) pengembangan bakat secara optimal
2) hubungan antarmanusia
3) efisiensi ekonomi dan
4) tanggung jawab warga selaku
warga negara.
D. Penerapan Strategi Pembelajaran
Berdasarkan rumusan komponen
penerapan strategi pembelajaran yang dikemukakan ahli secara garis besar dapat
dikelompokkan menjadi :
a.
Komponen
pertama yaitu urutan kegiatan pembelajaran
Mengurutkan kegiatan pembelajaran
dapat memudahkan guru dalam pelaksanaan kegiatan mengajarnya, guru dapat
mengetahui bagaimana ia harus memulainya, menyajikannya dan menutup pelajaran.
b.
Komponen
kedua yaitu metode pembelajaran
Metode pembelajaran adalah cara yang
digunakan oleh pengajar dalam menyampaikan pesan pembelajaran kepada peserta
didik dalam mencapai tujuan pembelajaran. Pengajar atau guru harus dapat
memilih metode yang tepat yang disesuaikan dengan materi pelajaran agar tujuan
pembelajaran dapat tercapai. Metode pembelajaran mungkin dapat dikatakan tepat
untuk suatu pelajaran tetapi belum tentu tepat untuk pelajaran yang lainnya,
untuk itu guru haruslah pandai dalam memilih dan menggunakan metode-metode
pembelajaran mana yang akan digunakan dan disesuaikan dengan materi yang akan
diberikan dan karakteristik siswa.
c.
Komponen
ketiga yaitu media yang digunakan
Media adalah segala bentuk dan
saluran yang digunakan untuk menyampaikan pesan atau informasi. Media dapat
berbentuk orang/guru, alat-alat elektronik, media cetak,dsb. Hal-hal yang harus
dipertimbangkan dalam memilih media adalah :
1. Ketepatan dengan tujuan pembelajaran;
2. Dukungan terhadap isi pelajaran;
3. Kemudahan memperoleh media;
4. Keterampilan guru dalam
menggunakannya;
5. Ketersediaan waktu menggunakannya;
6. Sesuai dengan taraf berpikir siswa.
d.
Komponen
keempat adalah waktu tatap muka
Pengajar harus tahu alokasi waktu
yang diperlukan dalam menyelesaikan pembelajaran dan waktu yang digunakan
pengajar dalam menyampaikan informasi pembelajaran. Sehingga proses
pembelajaran berjalan sesuai dengan target yang ingin dicapai.
e.
Komponen
kelima adalah pengelolaan kelas
Kelas adalah ruangan belajar
(lingkungan fisik) dan lingkungan sosio-emosional. Lingkungan fisik meliputi:
ruangan kelas, keindahan kelas, pengaturan tempat duduk, pengaturan sarana atau
alat-alat lain, dan ventilasi dan pengaturan cahaya. Sedangkan lingkungan
sosio-emosional meliputi tipe kepemimpinan guru, sikap guru, suara guru,
pembinaan hubungan baik, dsb. Pengelolaan kelas menyiapkan kondisi yang optimal
agar proses belajar mengajar dapat berlangsung secara lancar.
E. Mengembangkan Strategi
Pembelajaran
a.
Langkah
pengembangan strategi pembelajaran
Ø Langkah pertama mengembangkan
strategi pembelajaran adalah mengidentifikasi urutan pengajaran dan
mengelola kelompok konten/materi dengan menggunakan analisis pembelajaran,
mulai dari kemampuan tingkat rendah dan berlanjut secara hirarkhis. Urutan
pembelajaran untuk mencapai tujuan harus tersusun logis dari kiri atau
poin awal, dan proses disebelah kanan. Tujuan mengindikasikan setiap langkah
yang harus dibentuk, dan setiap kemampuan (subordinat) menunjukkan kemampuan
yang harus ditampilkan, sedangkan prioritas belajar cenderung
dikombinasikan dari bawah keatas dan dari kiri ke kanan.
Karena analisis tujuan
mengindikasikan setiap langkah harus ditunjukkan, dan analisis kemampuan
subordinat mengindikasikan kemampuan yang harus dimiliki dalam belajar, urutan
pembelajaran cenderung merupakan kombinasi antara bagian bawah ke atas atau
kekiri ke kanan. Jadi ketrampilan langkah pertama harus diajarkan terlebih
dahulu kemudian baru ketrampilan kedua dan seterusnya.
Ada tiga pengecualian dalam
pendekatan urutan. Pertama, terjadi ketika dua atau lebih langkah dalam tujuan
pembelajaran sama atau memiliki kesamaan ketrampilan. Pada situasi ini tidak
perlu mengajarkan ulang, tetapi cukup menginformasikan bahwa ketrampilan yang
telah dipelajari akan digunakan kembali dalam prosedur tersebut.
Ø Kedua, ketika pembelajaran meliputi
penggunaan beberapa peralatan atau peralatan tunggal. Analisis
pembelajaran mungkin mengindikasikan bahwa pembelajar akan memerlukan misalnya,
mengidentifikasi dan menunjukkan berbagai macam peralatan pada beragam poin
pembelajaran.
Ø Ketiga, ketika kebosanan menjadi
hasil akhir dari perkiraan, kelelahan, langkah demi langkah urutan. Jika ini
terjadi, lebih baik mengorbankan beberapa kecakapan dari urutan ideal dan
menghentikannya kemudian menggantikannya dengan minat dan motivasi.
Ø Keempat, Pembelajaran berkelompok
langkah ini berhubungan dengan ukuran pengelompokan materi yang akan disajikan
dalam pembelajaran. Anda dapat memutuskan apakah akan menyajikan
informasi setiap tujuan satu persatu dengan diselingi aktivitas,
atau akan menyajikan beberapa tujuan sebelumnya pada berbagai aktivitas.
Ø Kelima,Besarnya waktu yang
dibutuhkan Desainer sering mengarahkan pengelompokan belajar pada dua atau tiga
hari kerja atau dalam semester. Bagaimana dengan separuh hari atau sehari?
sistem penyampaian alami akan membuat perbedaan. Dengan format pembelajaran
mandiri, seperti belajar berbasis komputer atau e-learning, desainer tidak
perlu khawatir terhadap batasan waktu. Sistem penyampaian alami menerima
beragam pembelajar, apakah di bawah bimbingan instruktur, kelompok
proses, televisi atau pendekatan webcast, memerlukan perkiraan waktu dan
tidak ada formula ajaib untuk memperkirakan waktu yang dibutuhkan.
b. Komponen Belajar
Gagne percaya instruksi yang "sengaja diatur
mengatur peristiwa eksternal yang dirancang untuk
mendukungproses pembelajaran internal". Oleh karena itu, untuk
mengikat teori instruksi bersama-sama, ia merumuskan sembilan peristiwa
instruksi yang dibutuhkan untuk semua proses belajar dan hasil belajar.
Berikut daftar sembilan peristiwa instruksi yang dibutuhkan untuk semua
proses belajar dan hasil belajar :
1.
Mendapatkan
Perhatian
Banyak teknik dikerjakan untuk mendapatkan perhatian
pembelajar. Namun, cara terbaik untuk mendapatkan perhatian adalah untuk
menarik minat pelajar.
2.
Menginformasikan
Tujuan Pembelajaran
Harus diberitahu tentang jenis kinerja yang akan
digunakan untuk menentukan apakah mereka telah belajar apa yang seharusnya
mereka belajar.
3.
Merangsang
Recall Pembelajaran Prasyarat
Menurut teori pemrosesan informasi kognitif,
pembelajaran yang paling baru tergantung pada koneksi dibuat untuk pembelajaran
sebelumnya. Ketika pembelajaran baru akan segera terjadi, informasi sebelumnya
yang relevan harus dilakukan secara internal dapat diakses sehingga dapat
dijadikan bagian dari acara belajar.
4.
Menyajikan
Bahan Stimulus
Presentasi stimulus sering menekankan fitur yang
mendorong peserta didik untuk memilih apa yang diinginkan.Dapat dilakukan
dengan menggunakan huruf miring, cetak tebal, garis bawah, atau gambar dengan
panah atau lingkaran atau penyorotan. Stimulus presentasi untuk pembelajaran
konsep dan aturan memerlukan penggunaan berbagai contoh.
5.
Memberikan
Bimbingan Belajar
Bimbingan belajar biasanya mengambil bentuk komunikasi
antara guru dan siswa yang membantu membimbing pelajar untuk pencapaian tujuan.
Tujuannya adalah untuk membantu dalam proses belajar, dan untuk
memindahkan siswa dari satu keadaan pikiran yang lain. Ini tidak melibatkan
mengatakan pelajar jawabannya, melainkan melibatkan menunjukkan garis pemikiran
yang mungkin akan mengarah pada hasil yang diinginkan.
6.
Eliciting
Kinerja (Praktek)
Memungkinkan pelajar untuk berkomunikasi dengan
instruktur apakah mereka dapat melakukan keterampilan mereka mencoba untuk
belajar. Hal ini dilakukan dengan menyediakan pelajar dengan latihan praktek.
Biasanya, praktek awal dilakukan dengan menggunakan contoh yang sama dengan
peserta didik yang ditunjukkan keterampilan.
7.
Memberikan
Saran atau Masukan
Tidak hanya harus pembelajar diberi latihan praktek,
mereka harus diberi umpan balik tentang kinerja mereka. Umpan balik dapat
berbentuk lisan, tertulis, komputerisasi, atau diberikan dalam bentuk lain.
Terlepas dari bentuk yang Anda pilih, umpan balik harus memberitahukan peserta
didik tentang tingkat kebenaran dalam kinerja mereka sehingga mereka dapat
memperbaiki upaya selanjutnya.
8.
Menilai
Kinerja
Mendapatkan penampilan dari peserta didik untuk
menentukan apakah pembelajaran yang diinginkan telah terjadi. Siswa dinilai
untuk menentukan apakah instruksi telah memenuhi tujuan desain, dan juga untuk
belajar apakah setiap siswa telah mencapai tujuan yang diinginkan. Perlu
diingat bahwa penilaian harus sesuai dengan tujuan yang dinyatakan
untuk memberikan penilaian yang akurat.
9.
Meningkatkan
Retensi dan Transfer
Ketika tes atau kursus selesai sebagai langkah
terakhir adalah mencari cara untuk meningkatkan kemungkinan bahwa keterampilan
yang di ajarkan akan digunakan dengan benar oleh peserta didik ketika mereka
menggunakannya di luar konteks belajar. Peserta didik mungkin dapat mengingat
pengetahuan baru dan keterampilan di dalam kelas.
BAB IV
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
Strategi pembelajaran merupakan cara
sistematis yang dipilih dan digunakan seorang pembelajar untuk menyampaikan msteri
pembelajaran, sehingga memudahkan pembelajar mencapai tujuan pembelajaran
tertentu. Strategi pembelajaran merupakan perpaduan dari ututann kegiatan, cara
pengorganisasian materi pelajaran dan siswa, peralatan dan bahan, serta waktu
yang digunakan dalam proses pembelajaran.
Ada dua hal yang patut dicermati
dari pengertian-pengertian strategi pembelajaranPertama, strategi
pembelajaran merupakan rencana tindakan (rangkaian kegiatan) termasuk
penggunaan metode dan pemanfaatan berbagai sumber daya/kekuatan dalam
pembelajaran. Ini berarti penyusunan suatu strategi baru sampai pada proses
penyusunan rencana kerja belum sampai pada tindakan. Kedua, strategi
disusun untuk mencapai tujuan tertentu. Artinya, arah dari semua keputusan
penyusunan strategi adalah pencapaian tujuan.
Penerapan strategi pembelajaran
harus disesuaikan dengan kondisi baik internal (siswa) maupun eksternal (sarana
dan prasarana sekolah), waktu, dan perkembangan teknologi untuk mencapai tujuan
pembelajaran secara mutlak.
B.
SARAN
1. Diharapkan dengan adanya makalah ini
dapat menambah pengetahuan baru tentang strategi pembelajaran, khususnya
tentang bagaimana cara mengembangkan suatu strategi pembelajaran.
2. Diharapkan Tenaga pendidik dapat
lebih mengerti tentang strategi pembelajaran apa yang cocok dan efektif untuk
diterapkan.
Diharapkan Tenaga pendidik dapat
menjadikan sebagai suatu acuan dalam menerapkan suatu strategi pembelajaran.
TABEL - 1
SINTAK MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG
FASE-FASE
|
PERILAKU GURU
|
Fase -1
Menyampaikan tujuan dan mempersiapkan siswa
Fase-2
Mendemonstrasikan pengetahuan atau keterampilan
Fase-3
Membimbing pelatihan
Fase-4
Mengecek pemahaman dan memberikan umpan balik
Fase-5
Memberikan kesempatan untuk pelatihan lanjutan dan
penerapan
|
ü Menjelaskan TPK, informasi latar
belakang pelajaran, pentingnya pelajaran, mempersiapkan siswa untuk belajar.
ü Mendemonstrasikan keterampilan
yang benar, atau menyajikan informasi tahap demi tahap.
ü Merencanakan dan memberi bimbingan
latihan awal.
ü Mengecek apakah siswa telah
melakukan tugas dengan baik, memberi umpan.
ü Mempersiapkan kesempatan melakukan
pelatihan lanjutan, dengan perhatian khusus dan penerapan pada situasi lebih
kompleks dalam kehidupan sehari-hari
|
TABEL
– 2
KARAKTERISTIK PEMBELAJARAN TERPADU
MODEL
|
KARAKTERISTIK
|
KELEBIHAN
|
KETERBATASAN
|
Keterpaduan
(Integrated)
|
Membelajarkan KD yang
konsep-konsepnya beririsan/ tumpang tindih
|
ü Pemahaman terhadap konsep lebih
utuh (holistik)
ü Lebih efisien
ü Sangat kontekstual
|
ü KD-KD yang konsepnya beririsan
berada dalam semester atau kelas yang berbeda.
ü Menuntut wawasan dan penguasaan
materi yang luas
ü Sarana prasarana, misalnya buku
belum mendukung
|
Jaring laba-laba
(Webbed)
|
Membelajarkan beberapa KD yang
berkaitan melalui sebuah tema
|
ü Pemahaman terhadap konsep utuh.
ü Kontekstual
ü Dapat dipilih tema-tema yang
menarik yang dekat dengan kehidupan.
|
ü KD-KD yang berkaitan berada dalam
semester atau kelas yang berbeda.
ü Tidak mudah menemukan tema pengait
yang tepat.
|
TABEL
– 3
KARAKTERISTIK
MODEL PEMBELAJARAN
|
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar